Tuesday, June 11, 2013

PERHITUNGAN FORMASI, ANALISIS BEBAN KERJA (ABK), ANALISIS KESENJANGAN JABATAN (AKJ), PROYEKSI KEBUTUHAN PEGAWAI DAN PETA JABATAN


LAPORAN KEGIATAN WORKSHOP
PERHITUNGAN FORMASI, ANALISIS BEBAN KERJA (ABK), ANALISIS KESENJANGAN JABATAN (AKJ), PROYEKSI KEBUTUHAN PEGAWAI DAN PETA JABATAN DI WILAYAH KERJA KANTOR REGIONAL III BKN

1.         Dasar







2.         Tujuan










3.         Penyelenggara

4.         Waktu Pelaksanaan

5.         Tempat pelaksanaan

6.         Peserta



7.         Peserta Perwakilan BKKBN
Prov. Jawa Barat

8.         Narasumber




9.         Resume Materi



:







:










:

:

:

:



:


:




:
Surat dari Kepala Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara Nomor 188/I/KR.III/Y/2013 Tanggal 13 Mei 2013 tentang Workshop Perhitungan Formasi Analisis Beban Kerja (ABK), Analisis Kesenjangan Jabatan (AKJ), Proyeksi Kebutuhan Pegawai Dan Peta Jabatan Di Wilayah Kerja Kantor Regional III BKN

-          Meningkatkan Pelayanan Prima bagi masyarakat “PNS”
-          Menjamin ketersediaan jumlah pegawai negeri sipil yang tepat dalam memberikan pelayanan publik
-          Mengurangi kesenjangan antara kompetensi PNS dengan syarat kompetensi jabatan
-          Mampu mengalokasikan dan mendistribusikan PNS secara proporsional antara jumlah PNS dengan tugas dan fungsi organisasi yang harus dilaksanakan.

Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara

Tanggan 20-21 Mei 2013

Park Hotel Jalan P.H.H. Mustofa No. 47/57 Bandung

-          PNS Knreg III BKN
-          BKD Provinsi dan Kabupaten/Kota
-          Instansi Vertikal di Provinsi Jawa Barat

2 (dua) orang dari Subbag. Kepegawaian & Hukum


-          Kepala Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara, Ibu Istati Atidah, SH
-          Direktorat Perencanaan Kepegawaian dan Formasi, Drs. Subadi dan Ibu Leni

-          Terlampir




RESUME MATERI

“PNS kekurangan, PNS berlebihan”. Ungkapan tersebut sangat tepat untuk menggambarkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat ini. Apa artinya?. PNS di Indonesia saat ini jumlahnya mencapai angka 4,5 juta dan harus melayani 244,8 juta jiwa. Rasionya 1,83%,  di bawah rata-rata rasio PNS negara-negara  Asia. Namun jumlah yang sedikit itu terlihat banyak, lantaran banyaknya kualifikasi PNS kurang memadai. Sebelum diberlakukan Penundaan Sementara Penerimaan CPNS (Moratorium), hampir setiap instansi mengadakan penerimaan CPNS. Namun pengajuan formasi tidak disesuaikan dengan kebutuhan, melainkan hanya berdasarkan keinginan semata. Padahal banyak jabatan struktural yang tidak diimbangi dengan jabatan fungsional tertentu dalam mejalankan tugas-tugas pemerintahan, karena yang ada saat ini jabatan fungsional diisi dengan jabatan fungsional umum. Kalaupun pada penerimaan CPNS tidak sedikit pula dibuka formasi untuk jabatan fungsional tertentu. Namun setelah itu calon pejabat fungsional diterima, mereka dilepas begitu saja. Cenderung ditempatkan dan mengerjakan pekerjaan fungsional umum. Pegawai bekerja di bidang apa saja, karena tidak mempunyai keahlian khusus. Bahkan pada akhirnya ada juga yang tidak mengerjakan apa-apa setiap harinya, karena tidak punya keahlian yang dibutuhkan di bidangnya. Maka tidak heran bila ada ungkapan “PNS adalah pengangguran terselubung”. Memang tidak semua PNS tidak berkeahlian, namun masyarakat kadang cenderung menggeneralisasikan dari persoalan. Permasalahan ini biasa disebut Mismatch (kesenjangan) antara kompetensi PNS dengan syarat kompetensi jabatan.

Belum lagi permasalahan Under-employment, yaitu kinerja PNS yang belum produktif dan belum adanya target atau kontrak kinerja berupa standar kinerja yang harus dilakukan PNS dalam melaksanakan tugasnya, sehingga pelayanan PNS terhadap masyarakat belum memuaskan. Persoalan lainnya adalah alokasi dan distribusi PNS yang tidak proporsional antara jumlah PNS dengan tugas dan fungsi organisasi yang harus dilaksanakan. Oleh karena itu perlu dilakukan proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk memperoleh kuantitas, kualitas, komposisi dan distribusi pegawai yang tepat sesuai dengan kebutuhan instansi, sehingga dapat mewujudkan visi dan misi instansi menjadi kinerja nyata atau biasa disebut dengan Penataan PNS.

Proses penataan PNS dimulai dengan tahap analisis jabatan, dilanjutkan dengan penyusunan peta jabatan dimana kegiatannya adalah analisis kebutuhan pegawai dilanjutkan dengan penyusunan formasi bila didukung dengan kebijakan pemerintah. Dari penyusunan formasi tersebut akan dihasilkan data-data sebagai berikut:

v  Kebutuhan pegawai menurut jabatan
v  Kebutuhan pegawai menurut syarat jabatan dan kompetensi
v  Susunan PNS menurut jabatan, golongan ruang, jenis kelamin dan usia
v  Kebutuhan pegawai menurut kualifikasi pendidikan.
Penataan PNS dinyatakan tepat apabila sudah tercapai hal-hal berikut:
q  Jumlah Pegawai Sesuai Dengan Beban Kerja
q  Formasi Tersedia Karena Adanya Posisi Jabatan yang  Lowong
q  Beban Kerja Tidak Berubah, Komposisi Jumlah Pegawai Tidak Berubah
q  Kebutuhan Pegawai Dinyatakan Dalam  Jabatan   Syarat Jabatan, dan Kompetensi
q  Penyusunan Formasi disertai Dengan Peta Jabatan yang Menggambarkan Jumlah, Kualifikasi, dan Kompetensi
Analisis Kebutuhan Pegawai dilakukan secara logis dan teratur untuk mengetahui jumlah dan kualitas pegawai yang diperlukan sehingga dapat diidentifikasi mampu tidaknya melaksanakan tugas secara berdayaguna, berhasilguna, dan berkelangsungan. Tujuan dari analisis ini adalah setiap pegawai memiliki  pekerjaan, sehingga setiap pegawai secara nyata terlihat sumbangan tenaganya terhadap pencapaian misi organisasi atau program yang ditetapkan. Untuk menganalisis kebutuhan pegawai terlebih dahulu dilakukan analisis jabatan dan analisis beban kerja.
A.     Analisis Jabatan
Analisis jabatan merupakan proses pengumpulan data jabatan untuk dianalisis, disusun, dan disajikan menjadi informasi jabatan dengan menggunakan metode tertentu. Tujuannya untuk menyediakan informasi jabatan sebagai fondasi/dasar bagi program manajemen kepegawaian, kelembagaan, ketatalaksanaan, dan pengawasan. Fakta-fakta dianalisis seperti apa adanya bagaimana sesuatu pekerjaan dilakukan, bukan seperti seharusnya. Analisis jabatan dilakukan secara sistematis, teratur, dan terus menerus dan memerlukan pelatihan sebelum pelaksanaan analisis jabatan.
Analisis jabatan yang dilakukan dengan baik akan menghasilkan uraian jabatan yang baik pula, dan kemudian dapat dijadikan bahan baku yang baik untuk proses pengelolaan SDM yang lain (evaluasi jabatan, rekrutmen dan seleksi, manajemen kinerja, penyusunan kompetensi, pelatihan). Ada sejumlah prinsip penting yang harus dipegang dalam melakukan proses analisis jabatan.
Pertama, proses analisis dilakukan untuk memahami apa tanggung jawab setiap jabatan dan kontribusi hasil jabatan tersebut terhadap pencapaian hasil atau tujuan organisasi. Dengan analisis ini, maka nantinya uraian jabatan akan menjadi daftar tanggung jawab, bukan daftar tugas atau aktivitas. Kedua, yang dianalisis adalah jabatan, bukan pemegang jabatan yang saat ini kebetulan sedang memangku jabatan tersebut. Ini penting untuk menghindari bias kita menganalisis jabatan berdasarkan kemampuan, kinerja, gaya atau metoda kerja dari pemegang jabatan saat ini. Yang perlu kita analisis adalah standar desain jabatan tersebut berdasarkan struktur organisasi yang ada saat ini. Ketiga, kondisi jabatan yang dianalisis dan akan dituangkan dalam uraian jabatan adalah kondisi jabatan saat ini berdasarkan fakta yang ada sesuai rancangan strategi dan struktur organisasi.
Prinsip-prinsip ini penting untuk dipahami karena sering terjadi di banyak organisasi, uraian jabatan dibuat berdasarkan “selera” masing-masing atasan, atau bahkan diserahkan untuk dibuat oleh pemegang jabatan. Ini membuat tidak adanya standar batasan jabatan yang sebenarnya diinginkan oleh organisasi. Jika hal ini terjadi, maka akan mudah untuk diperkirakan munculnya banyak masalah mengenai tumpang-tindih tanggung jawab antarjabatan, atau rangkap-merangkap tanggung jawab oleh karena ada beberapa tanggung jawab yang ternyata tidak tercakup di jabatan apapun. Juga akan dapat terjadi adanya jabatan yang beban tanggung jawabnya sangat besar/luas, sementara jabatan lain terlihat sangat sempit dan ringan, sehingga tidak ada perimbangan cakupan pekerjaan, yang dapat menimbulkan banyak masalah seperti kecemburuan dan demotivasi.

Adapun metode yang digunakan dalam analisis jabatan adalah:
l  Pengamatan langsung
l  Wawancara
l  Kuesioner
l  Referensi
l  Kombinasi beberapa metode

Hasil utama analisis jabatan adalah:
1.       Peta Jabatan, yaitu susunan nama dan tingkat Jabatan Struktural dan Fungsional yang tergambar dalam suatu struktur unit organisasi dari tingkat paling rendah sampai dengan yang tinggi.
2.       Uraian jabatan yang terdiri dari:
§  Ihktisar jabatan
§  Uraian tugas
§  Hasil kerja
§  Tanggung jawab
§  Wewenang
§  Korelasi jabatan
§  Kondisi lingkungan kerja
§  Risiko bahaya
3.       Syarat Jabatan, meliputi:
-       Pendidikan
-            diklat
-            pengalaman kerja
-            pengetahuan kerja
-            keterampilan kerja
-            bakat kerja
-            temperamen kerja
-            minat kerja
-            upaya fisik
-            kondisi fisik

Penyusunan Peta Jabatan
Peta jabatan adalah susunan nama dan tingkat Jabatan struktural dan fungsional yang tergambar dalam suatu struktur unit organisasi dari tingkat paling rendah sampai dengan yang tinggi 

Dalam menyusun Peta Jabatan, dibutuhkan data-data sebagai berikut:
Ø  Struktur Organisasi
Ø  Daftar Susunan Jabatan (Struktural & Fungsional)
Ø  Bezetting Pegawai (Kekuatan Pegawai Saat Ini)
Ø  Kebutuhan Pegawai (Hasil dari Analisis Beban Kerja)
Ø  Tugas dan Fungsi Unit Organisasi
B.     Analisis Beban Kerja
Analisis Beban Kerja (ABK) adalah suatu teknik untuk menentukan jumlah dan jenis pekerjaan suatu unit organisasi/pemegang jabatan yang dilakukan secara sistematis dengan menggunakan metode tertentu. Prosedur yang lazim dipergunakan untuk menentukan berapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan adalah dengan menganalisis pengalaman. Catatan-catatan tentang hasil pekerjaan dapat menunjukkan volume dari pada hasil dan jumlah pegawai dalam suatu bagian. Kemudian dapat dihitung hasil rata-rata tiap pegawai.
Sejumlah target pekerjaan atau target hasil yang harus dicapai dalam satuan waktu tertentu disebut dengan beban kerja. Sedangkan analisis beban kerja adalah frekuensi rata-rata masing-masing jenis pekerjaan dalam jangka waktu tertentu dari masing-masing organisasi, misalnya berapa banyaknya pekerjaan pengetikan surat atau naskah lainnya yang harus dibuat oleh suatu satuan organisasi dalam jangka waktu tertentu.
Teknik analisis beban kerja (workload analysis) memerlukan penggunaan rasio-rasio atau pedoman-pedoman penyusunan staf standar dalam upaya mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan pegawai. Analisis beban kerja mengidentifikasi baik jumlah karyawan maupun tipe-tipe karyawan yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Langkah pertamanya adalah mengidentifikasi seberapa banyak keluaran (output) yang hendak dicapai organisasi. Hal ini selanjutnya diterjemahkan ke dalam jumlah jam kerja karyawan pada setiap kategori pekerjaan yang akan diperlukan untuk mencapai tingkat keluaran (output) tersebut. Apabila keluaran (output) diperkirakan berubah, maka perubahan pekerjaan dapat diramalkan dengan mengkalkulasi berapa banyak jam kerja karyawan yang dibutuhkan.
Adapun kegunaan dari ABK adalah:
v  Penataan/penyempurnaan struktur organisasi;
v  Bahan penyempurnaan sistem dan prosedur kerja;
v  Penyusunan rencana kebutuhan riil pegawai sesuai beban kerja;
v  Penilaian kinerja dengan metode Sasaran Kerja Pegawai;
v  Program seleksi, rotasi, dan promosi  pegawai dari unit yang kelebihan pegawai  ke unit yang kekurangan pegawai;
v  Bahan penentuan kebutuhan diklat.

Metode ABK yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:
1.       Kuesioner
·         Daftar pertanyaan terbuka tentang uraian/rincian tugas
·         Tugas tambahan sesuai renja/renstra
2.       Wawancara
·         Panduan wawancara terbuka tentang uraian / rincian tugas dan tugas tambahan
·         Sampel / seluruh pegawai
3.       Metode Pengamatan Langsung
·         Lembar observasi (check list)
·         Lokasi tempat kerja.

Thursday, November 8, 2012

ANNOYING EXPRESSIONS, ANNOYING WORDS, ANNOYING FRIENDS

Kalo kalian tau aku dengan pasti, apa kalian akan bersikap &  berucap hati-hai padaku?? 
Apa kalian akan menjaga perasaanku??
Aku pengen kalian tau..aku mudah tersinggung..kalian ga bisa seenaknya ngomong sembarangan kalo lagi sama aku?? kalian pikir kalian siapa?
Aku ga terbiasa sama guyonan2 kalian..kalo ucapan2 itu keluar dari mulut sahabat2 dekatku, kaya eka, fitri, uji, yedi, herman, anhar, kuntong, ajeng, jeki, eki, desi, doni..aku masih terima..aku bakal biasa saja..
Tapi kalian??? coba ingat2..apa aku pernah ngejek kalian..atau ngomong sembarangan yang menyinggung perasaan kalian??? ngga kan???
Boro-boro ngomong sembarangan...berada bersama kalian aja, aku mati gaya...rasa-rasanya kaya neraka...
Aku lebih nyaman nongkrong ma OB..sama satpam..sama sopir....
Aku ga pernah nyaman sama kalian...ga pernah...
Bukan mauku seperti ini..aku pun pengen betah ngobrol sama kalian...aku dah nyoba...aku dah coba terbuka sama kalian..tapi tetep kaku...aku ga bisa 
Temenku sekarang satu-satunya hanya suamiku...mungkin kadang dia bete dengerin omelanku..curhatanku yang ga mutu...tapi gimana lagi...cuma dia yang ada....
Sahabat-sahabatku bukan meninggalkanku...justru aku yang ternyata tanpa sadar menjauh..menjauh...dan akhirnya aku sendiri yang  kehilangan....

Banyak...banyak... annoying words kalian....dan paling aku benci adalah kata "MBOK Ya"...aku muakkk...muakkkkkkkkkkkkk....
Eh kamu....kamu bukan orang jawa sok-sokan ngomong jawa...ada etikanya non...ga bisa ke  sembarang ngomong gitu....

Aku pikir masalahnya emang di aku...
Tapi aku manusia..punya hak untuk dijaga perasaannya...
Kalian juga pernah tersinggung sama perkataan orang lain kan??? 

Buat suamiku...maaf ya suka galakin pap...bikin pap tersinggung...maafin mam ya pap..



Sunday, August 5, 2012

Perjuangan Derajat bagi Tenaga Penggerak Desa/Kelurahan Kab. Karawang


Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat pagi ini Senin 6 Agustus 2012 menerima surat tembusan dari Bupati Karawang yang ditujukan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia perihal Pengusulan Formasi Tenaga Fungsional Penyuluh Keluarga Berencana (PKB). Dalam surat tersebut disampaikan Rasio Ideal PKB/PLKB dibanding jumlah desa/kelurahan adalah 1:1 sedangkan kondisi yang ada sekarang 1 (satu) PKB/PLKB rata-rata menangani 2 sampai dengan 3 desa/kelurahan, itupun sudah dibantu TPD/K sebanyak 63 orang yang hanya menerima honor sejumlah Lima Ratus Ribu Rupiah tiap bulannya oleh Gubernur Jawa Barat melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat. Berkenaan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang mengusulkan nama-nama TPD/K untuk mengisi Formasi Jabatan Fungsional PKB. Usulan ini merupakan angin segar bagi TPD/K Kabupaten Karawang yang selama ini hanya dengan honor kecil mereka sanggup mendedikasikan tenaga, kemampuan, loyalitas dan totalitas pikiran demi tercapainya Program KKB Nasional, khususnya di Kabupaten Karawang. Dengan diangkatnya TPD/K menjadi PKB, kesejahteraan mereka lebih terjamin dan pastinya menjadi motivasi untuk bisa lebih berdedikasi. Apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Bupati beserta jajaran Pemkab Karawang, kuhususnya BKBPP Kab Karawang yang telah memperjuangkan status TPD/K Kab. Karawang dalam rangka memajukan Program KKB Nasional. Semoga usulan ini dapat dan segera diterima, dipertimbangkan dan diluluskan oleh Pak Menteri serta dicontoh oleh Pemkab/pemkot lain di Jawa Barat dan di Provinsi lain. Amiiin

Wednesday, August 1, 2012

Rotiboy..

Bau Rotiboy....ternyata ada yang abis beli Rotiboy...

Jadi pengen Buka puasa ma Rotiboy...

Pertama makan Rotiboy waktu itu pas Nonton bareng di Ciwalk Bandung ma temen2 Team 17...Abis sholat kalo ngga salah, pas mau ke XXI, diajakin mapir dulu beli Rotiboy sama Teh Nur. Iseng ikutan pesen, rada penasaran juga kok  Teh Nur suka ma jajanan anak2 kaya gini gitu...eh, ga taunya pas barang udah di tangan, baunya ciiiiiiin...bikin ga tahaaaan...
Tapi dipaksa-paksain ditahan ga langsung dimakan siih...tengsin, masa film nya aja belum mulai, dah ngabisin cemilan duluan. Waktu itu nonton film The Flying Swords of Dragon Gate-nya Jet Li...
Dan pas makan gigitan pertama...Beeeeuhhhhhh.....Nylekamiiiiin.....uwenakeeeee puwoollll....kulitnyaaa renyaaaaahh.... .Tapi sejauh itu aku masih belum penasaran apa yang bikin Rotiboy tu beda.

Kedua kalinya aku makan di jakarta bareng cowokku...sekarang dah jadi suamiku..di sarinah, bis hunting celana buat foto prewed besoknya...beli banyak...soalnya keluarga suami lumayan banyak juga...& kebetulan salah satu Oom nya cowokku yang t beliin juga, namanya Boy..Oom Boy...ha8...jadinya Boy makan Boy deh....

Dan hari ini....di siang bulan Ramadhan ini, lagi laper2nya pula...tau-tau...aroma rotiboy nyrubud ke ruang kerjaku..."hmmm...kaya bau rotiboy..",kataku dalam hati. Baru aja mau sms ke suami kalo aku kebauan roti boy, eh si OB Beben bilang abis di suruh Bu Neneng Beli Rotiboy...Yaaaah...beben...beli Rotiboy Ga bilang2...

Iseng searching...ternyata Rotiboy tu asli dari Negara Rifal berat sekaligus tetangga kita, Malaysia...resmi masuk ke Indonesia Tahun 2004. Gila....ketinggalan jaman banget eikeee...yaaa gimana lagi..secara baru keluar dari peradaban...menjelajah Kota2 besar tu ya baru tahun kemaren...sebelum2nya ya jadi gadis desa...huaaaahahahaha....Dan baru tau juga...yang bikin khas dari Rotiboy tu Krem Kopinya Ciiiin...oon banget, padahal kalo dah tau mah aku bener2 nyadar kalo bau yang edan tu emang bener aroma kopiiii....Indra penciumanku ternyata sama ga gaulnya sama yang empunya...

Naaaah...besok malem kan aku mau pulkam bikin e-KTP, ide bagus juga kalo bawa oleh2 roti boy....pasti Adik tercintaku Nandis sukaa....

Wednesday, July 25, 2012

RINDU NANDIS

Kenapa musti begini...kenapa musti tau kalo Nandis ngarepin aku pulang??? "Ngelap meja mbok mba Vita marah rep bali..."...
Nandiiiis.....apa  yang musti mba lakukan...mba pengen pulang...mba pengen peluk nandis, nemenin nandis maen...mandiin nandis, nyebokin nandis, nemenin nandis bobo...mba kangen nandiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiissssssssssss......................................................................
Ya Allah....aku kangen NAndiiis....

Friday, June 8, 2012

Get Married 2


H-1 Hajatan....
Urusan Tratag/tenda&Sound system  memang itu tanggung jawab Bapak..cuman, sejak awal aku emang dah ga cocok sama orang yang dipake Bapak bwt sewa tenda. Dasar emang dari awal dah ga sreg, jadinya ya ada aja yang ga cocok. Petama, pas tratag baru dtg, dan kerangka dah mulai dipasang..aku nanya warna tenda yang ada apa aja. Dia bilang PELANGI...Merah muda ngejreng, Ijo ngejreng, kuning ngejreng, putih..APAH????? Aku bilang ke yang nyewain tenda itu, Kalo pas resepsi aku mw make kebaya ungu, paling ga disesuaiin lah warna tendanya Ungu putih gitu...Dia bilang warna itu mah susah nyarinya. Aku ngalah...atau kalo ga ya usahain merah putih deh...masih nyambung kok...eh dia ga tetep keukeuh pengen aku make kain tendanya dia aja..ngeselin...OK..tapi aku ga mau semua warna tu dipake..masa 4 warna?? trus dicoba warna ijo, kuning, putih. Perpaduan warna yang lumayan sih...meskipun pasi tar ga sesuai banget ma warna kebaya. Tapi...ternyata...bagaimana hasil kerjanya??? Aku dah minta ke dia kalo sentral tenda ada persis di depan pelaminan..eh, ga taunya sentralnya dal 1 1/2, ndilalahnya yang setengah itu yang di depan pelaminan..terserah kalo pembaca pada ga mudeng sama pendeskripsianku...pokoknya gitu...jadi jelek...belum lagi kain2e pada pating klawer ra nggenah, dah gitu kain yang buat tempat prasmanan warnanya biru ma pink, kain tenda ditambah gradasi pink juga, dan ditambah lagi...dia bilang kurungan kursinya berwarna ORANGE dan PUTIH...untuk kedua kalinya hatiku berteriak APAH???? 
Ya Allah....kok kayagini banget....
Tamu dah mulai pada berdatangan....mau minta langsung diganti pun ga bisa...aku menerima tamu dengan muka lesu, mana ga mandi, seharian belum makan, sedih2an juga karena ga bisa mantau Nandis adikku...Semalaman setelah Tamu mulai sepi, aku diem...melototin tenda....sampe temenku sms, aku bilang aku lagi kaca, dan dia langsung telpon, pecahlah tangisku...
Mungkin semua orang dirumahku pada bingung, kesel ma sikap aku...dan yang paling tersakiti gara-gara ulahku adalah Bapak...mungkin ada ngrasa salah juga dari awal ga denger kemauanku, asal tunjuk tenda aja tanpa tanya aku terlebih dahulu, tspi mungkin kesel juga...Jam sebelasan malam, dy masuk ke kamar nemuin aku, nanya ke aku maunya gimana...ya aku bilang maunya aku diganti tendanya, ga mau pake yang warna-warni itu, dan ga mau dipasangin sama yang punya tenda warna-warni itu...
Kasian juga bapakku...dah cape banget, pikirannya banyak, dibikin tambah mumet lagi sama anak wadon. Bapak dah masrahin semua apa mauku...
 
Besoknya, Hari Hajatan 1
Aku langsung nyuruh Desi buat ke tempat sewa kain tenda yang sesuai mauku. Siang hari deal harga, kain langsung di ambil, dan malam hari kain tenda langsung diganti semua...ga tau apa kata orang...aku ga denger dan ga mau denger...Malam itu aku bisa tidur pulas.... Keyakinanku untuk bisa melalui hari pernikahanku dengan sempurnapun kembali terpatri. Meski sadar sesedar-sadarnya, tukang sewa tratagnya marah, sakit hati , dan mungkin nyumpahin aku gara2 aku ga cocok ma service nya..Maaf ya Go...tapi mau gimana lagi..

Hari Hajatan 2
Aku terbangun...langsung saja menuju halaman rumah ngeliat hasil kerjaan penggantian kain tenda...aku tersentum, artinya tenda dah sesuai sama keinginanku...
Siangpun tiba....saatnya menantikan waktu siraman...Perias manten dah datang...tapi kok tukang dekornya ga datang2...keburu sore gimana??keburu ujan gimana???Akhirnya jam tengah 3an tukang dekor datang, langsung nyiapin tempat siraman....
Siraman berjalan penuh hidmat dan lancar...selesai siraman, langsung turun hujan...dalam hati, ga papa lah..tiap hari sepanjang aku hajatan emang hujan terus...ga ngenakin memang...tapi aku berusaha berfikir positif...itu berkah..
Tapi...ternyata rias buat midodareni lama, padahal teman2 pentingku pada datang, aku ga bisa nemuin mereka gara2 lagi didandanin....gilirane dah selesai didandanin, mereka dah pulang, ujan gede, teman2 yg datang tinggal dikit...dandan lama2, siapa yang mau liat?? wong dikit orang...sedih deh
tapi ga papa...yang penting besok acara pernikahan, akad lancar, resepsi meriah...

To be continued....


Tuesday, June 5, 2012

Get Married

Awalnya aku kira semua dah disiapin sedemikian apiknya...meski minim waktu... secara aku kerja di bandung sementara rumah & tempat nikahku di Cibangkong, Banyumas..JAUH dan ga bisa tiap hari kontrol persiapan, ...belum lagi kerjaanku yang ga bisa di"sambi" dan kerap pulang malam..tapi balik lagi, aku dah yakin, dah berandai2 bahwa semua akan berjalan lancar, indah, dan akan menjadi special moment of my life sebagaimana bwt orang lain juga.
Niatnya aku mau ambil cuti 14 hari kerja, kalo di itung2 jadi 3 mingguan lah plus sabtu minggu dan cuti bersama ( Aku nikah tanggal 18 Mei 2012, tepat cuti bersama untuk hari libur Kenaikan Yesus), dua minggu sebelum nikah dan seminggu setelah nikah. Kebanyakan orang, mungkin semua orang selain aku, ngambil cuti nikah lamaan pasca nikahnya, biar bisa lamaan honeymoon nya, gila "nglanjim" tuh..aku juga gila, tapi ...aku sengaja ngambil cuti lamaan sebelum nikah. selain karena masih butuh banyak waktu buat nyiapin ini-itu, aku juga pengen punya banyak waktu buat bareng keluargaku..belum tentu dan bisa dibilang PASTI, setelah nikah aku ga bisa pulang sesering waktu aku masih lajang. Aku punya adik balita, dan aku sangat sayang  ma dia, dah kaya anak sendiri… aku ga bisa lama-lama ninggalin dia. Ngelewatin perkembangan&pertumbuhan dia, perlahan dia malu ma aku, ga deket ma aku, itu nyakitin banget…nakutin…aku ga mau…dan  kayaknya ga da yang mau tau soal ini. Sering aku berdoa dalam hati, 5 taun ke depan, suamiku dah ahli Cad, pinter Design, pengalaman di perencanaan, dan bisa ngembangin usaha sendiri di kota kecil yang deket dari kampung kami, kami bangun rumah disana, aku mutasi kerja ke Diklat Banyumas, agar kami bisa deket ma keluarga..paling ga, 2 minggu sekali bisa ketemu mereka..tapi kayaknya…susah. Suamiku lebih betah di Jakarta, mertua juga pengen kami "Tua" di Jakarta. Padahal bagiku, dan mungkin bagi kebanyakan orang, Jakarta itu Kota terlarang…ga sehat, dan hampir mati…hmmm, nglantur deh.
Balik lagi, Sebenernya aku bisa aja ngajuin cuti lebih lama dari itu, karena kami sebagai PNS punya hak cuti karena alasan penting paling lama 2 bulan (baca deh “Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1976 tentang Cuti PNS”), tentunya memang tergantung kebijakan pejabat yang berwenang memberikan ijin cuti. Ternyata eh ternyata....Pak Sekretaris keberatan..menurut  beliau pengajuan cutiku terlalu lama, beliau awalnya ngasih Cuma 8 hari kerja. Tapi aku ngrengek2 minta ditambahin, aku ga bilang alasan yang aku bilang tadi…cengeng banget kesannya, tapi manusiawi kaaaaan???. Akhirnya, pak sekretaris luluh juga, beliau ACC cuti aku 10 hari kerja. Ga papa lah, lumayan..
Tanggal 9 Mei malam aku pulang…Asli, 3 hari pertama cutiku, aku males2an…aku puas2in maen bareng adikku yang balita itu. Yang biasa dia telat makan, aku disiplinin..aku mandiin dia, aku pakein lotion biar dia ga legam2 amat karena suka maen layang2..sampe dia keliatan gemuk lagi. Itu karena aku memang sayang, bukan karena punya pikiran kalo dah mulai hajatan, dia ga bakalan bisa kepegang ma aku…
Minggu, 12 Mei aku dah mulai sibuk. Terlebih lagi undangan yang aku kira dah pada nyampe ke tempat tujuan, ternyata banyak yang malah sama sekali belum dibagi. Mulai deh aku sibuk kirim2 undangan, cek rias, dekor, souvenir,dll….
Sampailah di H-1 Hajatan 1. Di rumahku hajatanyya 3 hari Lho…

to be continued…………….